Madrasah Aliyah Negeri Se-jawa Barat

Persamaan Persepsi

Madrasah aliyah (disingkat MA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.

Pada tahun kedua (yakni kelas 11), seperti halnya siswa SMA, siswa MA memilih salah satu dari 4 jurusan yang ada, yaitu Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Keagamaan Islam, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan madrasah aliyah dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi umum, perguruan tinggi agama Islam, atau langsung bekerja. MA sebagaimana SMA, ada MA umum yang sering dinamakan MA dan MA kejuruan (di SMA disebut SMK) misalnya Madrasah aliyah kejuruan (MAK) dan madrasah aliyah program keterampilan.

Kurikulum madrasah aliyah sama dengan kurikulum sekolah menengah atas, hanya saja pada MA terdapat porsi lebih banyak muatan pendidikan agama Islam, yaitu Fiqih, akidah, akhlak, Al Quran, Hadits, Bahasa Arab dan Sejarah Islam (Sejarah Kebudayaan Islam).

Pelajar madrasah aliyah umumnya berusia 16-18 tahun. SMA/MA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah, sebagaimana siswa sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Di Indonesia, kepemilikan madrasah aliyah dipegang oleh dua badan, yakni swasta dan pemerintah (madrasah aliyah negeri).

Daftar Madrasah Aliyah negeri Se-Jawa Barat

Download Sini : http://www.mediafire.com/?n239l22f13sx9a8

Tentang Sejarah Majalengka

Sekilas Tentang Sejarah Majalengka

ada zaman kerajaan Hindu sampai dengan abad XV di wilayah Kabupaten Majalengka terbagi menjadi 3 kerajaan : (1) Kerajaan Talaga dipegang oleh Sunan Corenda atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Parung (2) Kerajaan Rajagaluh dipegang oleh Prabu Cakraningrat (3) Kerajaan Sindangkasih, rajanya adalah seorang puteri bernama Nyi Rambutkasih. Terdapat banyak cerita rakyat tentang ke-3 kerajaan tersebut yang sampai dengan saat ini masih hidup di kalangan masyarakat Majalengka. Selain cerita rakyat yang masih diyakini juga terdapat situs, makam-makam dan benda-benda purbakala, yang kesemuanya itu selain menjadi kekayaan daerah juga dapat digunakan sebagai sumber sejarah.

Kerajaan Sindangkasih (a) rajanya seorang putri yang memiliki paras nan cantik dan molek bemama Nyi Rambutkasih adalah seorang yang beragama Hindu fanatic (b) Kerajaan ini terletak secara geografis berada di Majalengka © Nama Sindangkasih diambil dari Mandala Sindangkasih yang semula tempat merupakan tempat kedudukan Ki Gedeng Sindangkasih yang dijabat oleh puteranya yang bernama Ki Ageng Surawijaya (d) Semula nama tempat ini terdapat di wilayah Cirebon yang kemudian dibawa oleh penguasa ;yang dise.but Ki Gedeng Sindangkasih yang lama berkedudukan di Sumedang Larang yaitu Majalengka sekarang (menurut De Pacto Gelu dan Talaga) (e) Nyi Gedeng Sindangkasih atau disebut juga Nyi Ambetkasih dan lebih dikenal lagi adalah Nyi Rambutkasih adalah seorang ratu yang cantik molek, memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi, dikagumi serta sangat dihormati oleh rakyatnya adalah istri Prabu Siliwangi. la adalah orang yang dipercaya oleh Prabu Siliwangi untuk memimpin rombongan yang bermaksud pindah ke Pakuwan Pajajaran (Bogor sekarang), kemudian ia menjadi penguasa di Sindangkasih sebagai ibukota Sumedang Larang.

Penguasa di Sindangkasih sebagaimana disebutkan di atas adalah Nyi Rambutkasih. Sejak sekian lama Nyi Rambutkasih mencium akan datangnya Pangeran Muhamad disertai ayahnya Pangeran Panjunan di Sindangkasih dalam rangka mengadakan kegiatan penyebarluasan ajaran agama Islam dan kegiatan ini disambut baik oleh, masyarakat setempat.
Di Padepokan Sindangkasih, Rambutkasih tengah mengadakan pertemuan dengan semua perwira tinggi kerajaan sehubungan dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Pangeran Muhamad. Ketika rapat khusus itu sedang berlangsung datanglah Pangeran Muhamad bersama rombongan dengan maksud ingin ketemu dengan Nyi Rambutkasih selaku ratu di Kerajaan Sindangkasih. Dengan ucapan Alhamdulillahirrobiralamin, yang maksudnya Pangeran Muhamad merasa bersyukur serta bahagia dapat bertemu dengan seorang putri cantrk dan sebagai penguasa di Sumedang Larang, tetapi dengan tidak diduga dalam sekejap Nyi Rambutkasih menghilang.

Bersamaan dengan itu terlontarlah ucapan Pangeran Muhamad : “Madya Langka” yang artinya putri cantik telah hilang (tidak ada), sehingga dari kata-kata itu kemudian orang menyebutnya Majalengka. Sejak itulah kemudian Pangeran Muhamad yang didampingi ayahnya Pangeran Panjunan memerintah di Sumedang Larang/Sindangkasih, selanjutnya pada tanggal 10 Muharam 910 H yang bertepatan dengan tanggal 7 Juni 1490 M, sesuai dengan perintah Sunan Gunung Jati yang berkedudukan di Cirebon menetapkan Pangeran Muhamad.

Pada masa tuanya Pangeran Muhamad menetap di lereng gunung yang berada di sebelah selatan Majalengka sampai akhir hayatnya gunung tersebut kini dikenal dengan sebutan Gunung Margatapa. Adapun Siti Armilah istri Pangeran Muhamad dimakamkan di belakang pendopo (kantor Pemda) Kabupaten Majalengka, yang dikenal dengan sebutan Nyi Gedeng Badori.

Leuwimunding Dalam Sejarah dan Fakta

True of History ( Sejarah Fakta Leuwimunding)                                        Kota Leuwimunding Kabupaten  Majalengka

Pada zaman pemerintahan VOC, dukuh Leuwimunding membawahi empat wilayah Pendukuhan diantaranya : Dukuh Leuwimunding, Dukuh Lebak (Leuwikujang), Dukuh Cirabak (Mirat) dan Dukuh Cibatur / Buah Nyebrak (Ciparay).

Keempat Dukuh tersebut diperintah oleh seorang Kokolot Dukuh yang bernama Buyut Dukuh, pada tahun 1803 M, Kuwu Buyut Dukuh berada dibawah pemerintahan di Dusun Tarikolot (Mirat).
            Leuwimunding merupakan ibu kota Distrik / Kewedanaan yang membawahi beberapa Distrik / Kecamatan seperti : Kecamatan Leuwimunding, Kecamatan Rajagaluh dan Kecamatan Sukahaji.
            Nama Leuwimunding sendiri diambil dari asal sebuah danau yang berada ditengah-tengah hutan belantara yaitu Sang Hyang Dora diwilayah pegunungan Kromong yang berbatasan dengan pabrik semen Palimanan sekarang ini. Selain airnya jernih air danau itu dapat diminum dan airnya tidak pernah kering meskipun di musim kemarau karena dikelilingi pohon-pohon besar yang umurnya sudah ratusan tahun.
            Di musim kemarau danau itu sering dipakai minum satwa liar diantaranya banyak Banteng hutan yang minum bahkan mandi berendam (guyang) di danau tersebut. Kata orang gunung mereka menyebut Banteng dengan sebutan “Munding” sehingga akhirnya danau tersebut disebut “Leuwimunding” yang artinya “Leuwi” berarti danau dan “Munding” berarti Banteng hutan.
            Adapun lokasinya bekas danau alam itu adalah komplek gedung SMP membujur ke selatan sampai kantor Kecamatan Leuwimunding yang sekarang dipakai kantor PWRI, sementara kantor Kecamatan sekarang menggunakan bekas kantor Kewedanaan Leuwimunding.
            Pada zaman pemerintahan Desa Bapak Uwa (1852-1976 M) komplek itu dipakai pasar dan kalau tiba musim pasaran para pedagang pasar itu penuh meluber memenuhi alun-alun hingga kedepan Mesjid dan mengganggu lalu lintas walaupun kendaraan waktu itu hanya Pedati yang ditarik kerbau dan Delman dengan empat kuda.
            Di zaman pemerintahan Desa Bapak Tirta karya (1925-1938 M) pasar itu pindah kesebelah utara sampai sekarang. Tanah yang dipakai sekarang tadinya adalah milik Pabrik Gula (PG) Parung Jaya, pada tahun 1930 PG Parung Jaya mengalami kebangkrutan dan tanahnya dijual ke pihak Desa Leuwimunding pada waktu itu Bapak Kuwu Tirta Karya masih memerintah kemudian dibangun kembali pasar sampai sekarang.
            Terjadinya pemekaran Desa dilakukan pada masa pemerintahan Kuwu Tirka Karya, Beliau adalah pencetus dan perintis Desa-desa pemekaran dari Desa Leuwimunding. Hingga saat ini Kecamatan Leuwimunding memiliki 14 Desa diantaranya: Desa Leuwimunding, Ciparay, Heuleut, Karangasem, Lame, Leuwikujang, Mindi, Mirat, Nanggerang, Parakan, Parungjaya, Patuanan, Rajawangi dan Tanjungsari. Dari ke 14 Desa tersebut semuanya berbahasa Sunda kecuali satu Desa yang menggunakan bahasa Jawa, yaitu Desa Patuanan.
Penduduk asli Leuwimunding menurut cerita berasal dari dari daerah Talaga sekitar abad ke 17 M mereka datang mencari kehidupan baru serta menjalankan misi menyebarkan agama Islam waktu itu Leuwimunding masih kental dengan ajaran Hindu dibawah kekuasaan Kerajaan Galuh, sehingga pantaslah kalau di Leuwimunding tempo “doeloe” menjadi pusat pengembangan agama Islam.
            Dari dulu hingga sekarang masyarakat Leuwimunding termasuk masyarakat yang agamis memegang adat dan kesusilaan yang sangat kuat memiliki sifat “nrimo” dan selalu sopan santun, persaudaraan yang kuat serta jiwa gotong royong dikalangan warga masyarakatnya sudah terjalin sejak dahulu kala.
Berikut adalah urutan para pemimpin Desa Leuwimunding/Kuwu Leuwimunding dari masa ke masa :
1. Bapak Dukuh                                  : Tahun 1803
2. Bapak Uwa Kedung Bapak            : Tahun 1852-1876
3. Bapak H. Tohir Kedung Anak       : Tahun 1876
4. Bapak Wangsa Karya                    : Tahun 1876-1882
5. Bapak H. Tohir                               : Tahun 1882-1898
6. Bapak Sampeni                               : Tahun 1898-1902
7. Bapak H. Abdul Hamid                  : Tahun 1902-1924
8. Bapak Tirta Karya                         : Tahun 1924-1938
9. Bapak Jam Raksadisastra             : Tahun 1938-1941
 10. Bapak Adul                                     : Tahun 1941-1962
 11. Bapak Basuni                                   : Tahun 1962-1978
 12. Bapak Idi Saidi                               : Tahun 1978-1988
 13. Bapak Rachmat Mukti                      : Tahun 1989-1997
 14. Bapak Supandi                                : Tahun 1999-2002
 15. Ibu Eti Nurhati                                  : Tahun 2003-2013
            Demikian urutan kepala pemerintahan Desa Leuwimunding, pada nama2 kuwu yang ditulis tebal adalah asli putera daerah (turunan buyut Kedung) sementara nama2 kuwu yang ditulis tipis adalah bukan putera daerah. Pada nomor urut 4  Bapak Wangsa Karya sifatnya hanya menggantikan kuwu definitive yang sedang menjalankan ibadah haji, kita tahu waktu itu pergi haji bisa memakan waktu 5tahun lebih untuk perjalanan pergi pulang.

            Memang kalau dilihat urutan para Kuwu banyak didominasi oleh putera daerah, disini ada yang menarik pada urutan 14 dan 15 dimana Bapak Supandi dan Ibu Eti Nurhati adalah pasangan suami isteri (orang tua kandung Penulis), Bapak Supandi menjabat Kuwu hanya kurang lebih 3 tahun, karena penyakit yang dideritanya beliau meninggal dunia sebelum masa jabatan Kuwu nya berakhir, selanjutnya jabatan Kuwu itu tidak serta merta langsung digantikan oleh isterinya, tetapi tetap melalui proses demokrasi yaitu pilihan Kuwu, yang akhirnya dimenangkan oleh sang isteri almarhum dengan menyisihkan dua kandidat lainnya, yang sebelumnya dijabat oleh sekretaris Desa selama kekosongan kepala pemerintahan kira-kira 1 tahun.

Leuwimunding “The Special One” nya Majalengka

Mungkin itu lah kata paling realistis untuk sebuah kota yg terletak paling dekat dengan kab cirebon ini yang juga memiliki ke-khasan dan keunikan tersendiri di bandingkan kecamatan lain di kab majalengka. mari kita buktikan satu per satu.

1. Tingkat ekonomi paling tinggi

dari mulai trayek angkotan mobil ( rajagaluh-cirebon) yang nonstop serta   50 % masyarakatya adalah pebisnis dan sisanya PNS, Petani serta Buruh . hal ini lah yang mendadikan daya beli masyarakat leuwimunding paling tinggi. sebagai contoh pasar malam ( korsel) sang pemilik yang ingin membuka di  desa leuwimunding harus mengleuarkan biaya lebih besar, dibandingkan dengan membuka di kecamatan lain di majalengka. ini karean tingkat pemasukan yang jauh lebih menjanjikan di bandingkan kecamatan lain. dengan kata lain sang pemilik pasar malam ( korsel) tidak akan pernah rugi jika membuka lapak di leuwimunding. contoh lain adalah Bank BRI di leuwimunding setiap hari kerja selalu penuh dan padat alias tidak pernah sepi baik para nasabah yang akan menabung maupun nasabah yang mengambil uang. sehingga antrian dalam satu hari rata-rata di atas 250 transaksi para nasabah. berbeda dengan bank yang ada di kecamatan lain di kab majalengka.

2. Tingkat nilai religi dan intlektualitas yang tinggi serta tetap terjaga tiap regenerasi sepanjang Masa

Untuk tingkat intelektualitasnya penduduk leuwimunding cukup berbangga hati karena mereka cukup berpendidikan dan untuk urusan agama leuwimunding termasuk kader santri yg Jenius bahkan telah melahirkan seorang tokoh yg masuk jajaran elit NU sebuah ormas islam terbesar didunia keterlibatan KH ABDUL CHALIM LEUWI MUNDING dalam mendirikan NU cukup membuktikan bahwa leuwimunding gudangnya kader NU dan itu menjadikan leuwimunding sebagai daerah yg disegani oleh kelompok ormas-ormas lain selain NU. selain itu pendidika agama untuk anak-anak usia dini tergolong luar biasa. sehingga tidak heran jika anak-anak asli leuwimunding walaupun masih kelas 1 SD mereka sudah hafal fasih membaca al-qur’an serta seluruh bacaan sholat wajib dan sunnah. sehingga hal tersebutlah yang memdedakan anak2 dengan kecamatan lain. begitu juga dalam pendidikan formal punya reputasi bagus dalam bidang pendidikan formal.

4. bersambung aj…. ntar di sambung lg ccooyy….. gw mau nge-date cewek dulu…. hue…heu…hua..hoau..

Trayek angkotan Jabodetabex

bagi kita orang pedalaman ( ndeso) yag belum begitu jenius mengenal daerah jabodetabex tentu akan kebingungan jika kita hendak bernagkan merantau ke jakarta terlebih jika kita berangkat seorang diri, mungkin satuay cara yang kita lakukan  adalah dengan bertanya kepada teman atu siapa saja yang kita anggap paham seluk beluk jakarta terutama mengenai trayek angkotan dalam dan luar kota menuju dan ke jabodetabex. tentu ini bukalah satu cara agar kita bisa menguasai semua trayek angkotan se jabodetabex. kita perlu cara laian untuk

menguasai selurh trayek jabodatebx secara instan, yaitu dengan ebook.!!

maka dari itu saya berikan pegaangan buku pedoman untuk kalian jika
kana bepergian ke jabodetbex. daftar trayek angkutan ini vaild 100%.
jadi dengan buku ini di jamian pasti tidak akan kebingungan.
dan tidak perlu repot-repot bertanya. ketika kita akan berpetualang di jabodetabex.

silahkan download di sini : http://www.mediafire.com/?1lp23g9yuzbxtk6

selamat berpetualang di jabodetabex