Modifikasi Lampu CF ( Compact Flouresent )

Modifikasi lampu compact flouresen yg sudah rusak dengan kreasi 2 jenis hasil modifikasi.

Persamaan Persepsi Dasar

Rangkaian Awal lampu Default Lampu TL dengan trafo ballast

1. Modifikasi Board lampu CF dengan Tabung Lampu TL

2. Modifikasi Lampu Tabung FL dengan Ballas trafo

Bentuk Hasil Modifikasi

 

Keandalan Jaringan Sistem Distribusi

Pada suatu sistem distribusi tenaga listrik, tingkat keandalan adalah hal yang sangat
penting dalam menentukan kinerja sistem tersebut. Hal ini dapat dilihat dari sejauh mana supply
tenaga listrik dilaksanakan secara kontinyu dalam satu tahun ke konsumen. Dengan tumbuhnya
daerah kawasan yaitu : industri, bisnis dan pemukiman berakibat makin tingginya permintaan
supply tenaga listrik yang kontinyu dan handal.
Atas dasar pertimbangan tingginya tingkat pertumbuhan kelistrikan tersebut, maka PLN
tidak saja berusaha memenuhi permintaan daya yang meningkat akan tetapi juga memperbaiki
keandalan pelayanan. Sejalan dengan itu perlu dikembangkan suatu cara penilaian terhadap
keandalan pelayanan. Tingkat keandalan pelayanan antara lain tergantung dari lamanya
pemadaman atau SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan kerapnya/frekuensi
pemadaman atau SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) yang terjadi setiap
tahun.

selengkapnya download sini : http://www.mediafire.com/?ygbb2qz2yo6zv1d

Rancangan Instalasi Listrik

Sebuah perusahaan jasa seperti warnet yang beorientasi pada kualitas pelayanan jasa  kepada pengunjung dan penggunanya selalu berusaha mengedepankan kualitas pelayananya, agar mencapai pelayanan yang memuaskan kepada para pelangganya. Namun seperti perusahaan jasa lainya untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah, diperlukan beberapa aspek salah satunya aspek teknis dan non teknis. Pada aspek teknis sangat mutlak diperlukan karena sangat menentukan untuk kualitas pelayanan yang secara langsung berdampak pada kelangsungan bisnis warnet  itu sendiri. Beberapa diantara aspek teknis tersebut adalah : luas bangunan, instalasi listriknya, spesifikasi komputer, keadaan ruangan serta sirkulasi dan penyaman udara  pada ruangan tersebut.

selengkapy download sini : http://hotfile.com/dl/162084959/b31eacd/Rancangan_Instalasi_Listrik.pdf.html

Jaringan Listrik Teknologi Scada

Persamaan Persepsi

Karena berbagai persoalan teknis, tenaga listrik hanya dibangkitkan pada tempat- tempat tertentu. Sedangkan pemakai tenaga listrik atau pelanggan tenaga listrik tersebar diberbagai tempat, maka penyampaian tenaga listrik dari tempat dibangkitkan sampai ke tempat pelanggan memerlukan berbagai  penanganan teknis. Tenaga Listrik dibangkitkan dalam Pusat-pusat Listrik seperti PLTA, PLTU, PLTG, PLTP dan PLTD kemudian disalurkan melalui saluran transmisi setelah terlebih dahulu dinaikkan tegangannya oleh transformator penaik tegangan (step-up transformer) yang ada di Pusat Listrik. Hal ini digambarkan oleh gambar 1.1. Saluran transmisi tegangan tinggi di PLN kebanyakan mempunyai tegangan 66 KV, 150 KV dan 500 KV. Khusus untuk tegangan 500 KV dalam praktek saat ini disebut sebagai tegangan ekstra tinggi.

Masih ada beberapa saluran transmisi dengan tegangan 30 KV namun tidak dikembangkan lagi oleh PLN. Saluran transmisi ada yang berupa saluran udara dan ada pula yang berupa kabel tanah. Karena saluran udara harganya jauh tebih murah dibandingkan dengan kabel tanah maka saluran transmisi PLN kebanyakan berupa saluran udara. Kerugian dan saluran udara dibandingkan dengan kabel tanah adalah bahwa saluran udara mudah terganggu misalnya karena kena petir, kena pohon dan lain- lain.

Setelah tenaga listrik disalurkan melalui saluran transmisi maka sampailah tenaga listrik di Gardu Induk (GI) untuk diturunkan tegangannya melalui ransformator

penurun tegangan (step-down transfomer) menjadi tegangan menengah atau yang juga disebut sebagai tegangan distribusi primer. Tegangan distribusi primer yang dipakai PLN adalah 20 KV, l 2 KV dan 6 KV. Kecenderungan saat ini menunjukkan bahwa tegangan distribusi primer PLN yang berkembang adalah 20 KV.

Jaringan setelah keluar dan GI biasa  disebut jaringan distribusi, sedangkan

jaringan antara Pusat Listrik dengan GI biasa disebut jaringan transmisi. Setelah tenaga listrik disalurkan melalui jaringan distribusi primer maka kemudian tenaga listrik, diturunkan tegangannya dalam gardu-gardu distribusi menjadi tegangan rendah dengan tegangan 380/220 Volt atau 220/127 Volt, kemudian disalurkan melalui Jaringan Tegangan Rendah untuk selanjutnya disalurkan ke rumah-rumah pelanggan (konsumen) PLN melalui Sambungan Rumah.

Selengkapny Download Sini : http://hotfile.com/dl/162083187/5e174dd/makalahscada.pdf.html

 

Elektronika Daya

Persamaan Persepsi

Disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan teknologi
elektronika dalam konversi energi (daya) elektrik. Mengapa energi (daya) elektrik perlu dikonversikan?

•  Hampir  semua  peralatan  listrik  bekerja  kurang  efisien
atau tidak bisa bekerja pada sumber energi (daya) elektrik
yang tersedia.

• Banyak pembangkit energi (daya) elektrik
nonkonvensional mempunyai bentuk yang tidak kompatibel
energi (daya) elektrik lainnya.
dengan sumber

Fakta Sejarah

Bermula  diperkenalkan  penyearah  busr  mercuri  1900,  metal  tank,
grid-cotrolled vacum tube, ignitron, phanotron dan thyratron semua ini untuk
kontrol daya hingga tahun 1950. Tahun  1948 ditemukan transistor silikon ,
kemudian tahun  1956 ditemukan transistor pnpn triggering  yang disebut
dengan thyristor  atau silicon controlled rectifier. Tahun 1958 dikembangkan
thyristor komercial oleh general electric company.

Selengkapy Download Di Sini : http://hotfile.com/dl/162081679/96cb403/Elektronika_daya.pdf.html